Banyak orang mengira kesuksesan hanya milik
mereka yang punya kecerdasan di atas rata-rata, modal besar, atau koneksi luas.
Padahal kenyataannya, kesuksesan sering kali justru berpihak pada mereka yang
paling tahu siapa dirinya, apa potensinya, dan berani melesat dengan tenang tanpa
overthinking, tanpa merasa insecure.
Seperti yang dikatakan tokoh pengembangan
diri asal Amerika, Tony Robbins:
“Success is doing what you want, when you
want, where you want, with whom you want, as much as you want.”
Robbins menekankan bahwa kesuksesan bukanlah
tujuan yang ditentukan orang lain, tapi hasil dari memahami dan mengejar
keinginan terdalam yang sesuai dengan diri kita. Kuncinya? Mengenali potensi
asli diri sendiri.
1. Potensi
Diri adalah Anugerah, Bukan Pencitraan
Dalam Islam, Allah SWT telah menegaskan bahwa
setiap manusia diciptakan dengan potensi yang unik.
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
(QS. At-Tin: 4)
Menurut Imam Al-Ghazali, setiap
manusia membawa fitrah, kecenderungan baik dan potensi yang hanya bisa
berkembang jika dikenali dan diasah. Sayangnya, banyak orang terlalu sibuk
membandingkan diri dengan orang lain, hingga lupa menggali kekuatan dirinya
sendiri.
Overthinking dan insecure sering muncul
ketika kita memaksakan diri untuk menjadi seperti orang lain. Padahal,
sebagaimana Stephen R. Covey, penulis The 7 Habits of Highly
Effective People mengatakan:
“The key is not to prioritize what’s on your
schedule, but to schedule your priorities.”
Maksudnya, hidup bukan soal memenuhi standar
orang lain, tapi tentang mengenali apa yang benar-benar penting dan berharga
bagi diri kita.
2. Overthinking
Menghambat Aksi
Banyak orang gagal bukan karena tidak mampu,
tapi karena terlalu banyak berpikir sampai akhirnya tidak bergerak.
Overthinking adalah bentuk kegelisahan mental
yang membuat seseorang terus-menerus mempertanyakan, mencemaskan, dan
membayangkan kemungkinan buruk. Hal ini disebut oleh Mel Robbins,
motivator perempuan asal AS, sebagai “The hesitation trap.”
Dalam bukunya The 5 Second Rule, Mel
Robbins menyatakan bahwa:
“If you don’t act on your instinct to change,
your brain will kill it in less than five seconds.”
Ketika kamu punya ide, dorongan untuk
berubah, atau semangat untuk memulai jangan tunda. Hitung mundur dari lima, dan
langsung bergerak. Karena semakin lama kamu berpikir, semakin besar kemungkinan
kamu akan ragu dan tidak jadi apa-apa.
3. Insecure
adalah Ilusi yang Mengaburkan Cahaya
Salah satu hal yang membuat orang tidak
maksimal dalam hidup adalah rasa minder dan merasa tidak cukup. Padahal menurut
Ibn Qayyim al-Jawziyyah,
kepercayaan diri adalah buah dari keimanan dan keyakinan bahwa Allah tidak
menciptakan sesuatu secara sia-sia.
Insecure sering kali lahir dari kebiasaan
membandingkan diri dengan orang lain. Namun Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah
kalian, dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian dalam hal
dunia...”
(HR. Muslim)
Ini bukan hanya nasihat tentang bersyukur,
tapi juga strategi untuk menjaga kesehatan mental dan fokus pada perjalanan
diri sendiri. Ketika kita terus memandangi pencapaian orang lain, kita
kehilangan penghargaan terhadap progres kita sendiri.
4. Cara
Melejitkan Potensi Diri
Berikut adalah langkah-langkah praktis yang
bisa dilakukan untuk mengenali dan melejitkan potensi diri tanpa overthinking
dan insecure:
a. Refleksi
Diri
Ambil waktu khusus untuk merenung: apa yang
kamu sukai? Di mana kamu merasa paling hidup? Apa yang sering orang puji dari
kamu?
b. Temukan
Zona Keunggulan
Konsep dari Gay Hendricks dalam
bukunya The Big Leap menyebutkan bahwa kita punya empat zona: zona
inkompetensi, kompetensi, keunggulan, dan kejeniusan. Fokuslah pada zona
keunggulan dan kejeniusan di situlah potensi melejit.
c. Berteman
dengan Ketakutan
Takut itu manusiawi. Tapi jangan jadi
hambatan. Kata Les Brown, motivator dunia:
“Too many of us are not living our dreams
because we are living our fears.”
d. Berhenti
Mencari Validasi
Sadarilah bahwa kamu tak butuh pengakuan
dunia untuk berkarya. Ali bin Abi Thalib RA berkata:
“Jangan terlalu memikirkan pandangan manusia,
karena hidupmu bukan untuk mereka.”
5. Kisah
Inspiratif: dari Biasa Jadi Luar Biasa
a. Nick
Vujicic
Terlahir tanpa tangan dan kaki, Nick justru
menjadi salah satu motivator internasional yang menginspirasi jutaan orang.
Kuncinya? Ia tidak fokus pada kekurangannya, tapi pada apa yang bisa ia
lakukan dengan apa yang ia miliki.
b. Imam
Bukhari
Sejak kecil buta, tapi mampu menjadi ulama
besar yang menghimpun ribuan hadis dalam Shahih Bukhari. Ia tidak
terhambat oleh kekurangannya, tapi memaksimalkan apa yang Allah titipkan
padanya: kekuatan hafalan dan semangat belajar.
Beranilah Menjadi Versi Terbaik Dirimu
Sukses bukan soal siapa yang paling hebat.
Tapi siapa yang paling mengenal dirinya dan berani bergerak. Jangan buang waktu
untuk overthinking. Jangan biarkan rasa insecure mengikat langkahmu. Jadikan
hidup ini sebagai arena menjemput potensi terbaik yang Allah titipkan padamu.
Kalimat dari Ustadz Salim A. Fillah
bisa jadi renungan terakhir kita:
“Allah tidak menciptakanmu untuk menjadi
orang lain. Maka berbahagialah, dan lakukan yang terbaik dengan dirimu yang
sekarang.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar